Home»Blog»TIPS: Agar Suara Saxophone, Trumpet, Trombone, Tidak Pecah

TIPS: Agar Suara Saxophone, Trumpet, Trombone, Tidak Pecah

Suara trumpet pecah di sound nih, saya pakai kabel XLR…

Suara trombone kalau di panggung kok pecah yaa.. saya pakai wireless Sennheiser..

Di mixer sudah di 0, Kak.. tapi kok saura saxophone saya tetap pecah yaa…

Beberapa kali kami menjumpai teman-teman alat tiup baik itu saxophone, trumpet, trombone, yang mengeluhkan suara pecah saat dimiking menggunakan SEM-02 di panggung. Padahal fader di audio mixer sudah di set ke angka 0.

Sebelumnya, akan kami jelaskan dulu mengapa hal itu bisa terjadi.

Pertama, sensitifitas SEM-02 tergolong cukup tinggi, jika digunakan untuk miking instrument seperti saxophone, trumpet, atau trombon yang cenderung memiliki suara yang keras maka akan mengeluarkan output yang sangat besar. Apalagi untuk miking alat musik tersebut tergolong close miking/ lebih dekat dengan sumber suara.

Sehingga jika audio mixer/ wireless system tidak memiliki headroom yang cukup akan terjadi distort/ suara pecah.

Lalu bagaimana mengatasinya?

tombol PAD di audio mixer (attenuate sebesar -26 dB)

Semua mixer professional memiliki sebuah tombol yang digunakan untuk menanggulangi hal ini, yang dinamakan PAD. Tombol ini berfungsi untuk mengurangi besaran input sebelum masuk ke preamp di mixer. Sehingga sinyal yang masuk akan memiliki headroom yang cukup untuk diterima dan diolah di audio mixer.

Video di bawah ini semua instrument tiup menggunakan SEM-02 dan tombol PAD dinyalakan.

Apakah ada suara pecah? Tentu tidak ya.

Karena secara spesifikasi mikrofon SEM-02 memiliki max. overload point di angka 116 dB, sedangkan alat musik seperti saxophone, trumpet, trumbone, dsb memiliki SPL peak di angka 100 dB, yang tentu saja masih jauh di bawah batas maksimal SPL yang dapat diterima SEM-02.

Jadi mintalah kepada sound engineer untuk menyalakan tombol PAD jika terjadi suara pecah sewaktu cek sound.

Oke, tombol PAD sudah nyala, tapi kok tetap pecah?

Hal ini biasanya terjadi kalau kalian menggunakan wireless system seperti Sennheiser, Shure, atau Sony yang sensitifitas input dan gain audio outputnya bisa diatur. Jadi pastikan input sensitivity di transmitter diset ke angka di mana penunjuk / meteran gain tidak peak baik di transmitter maupun receiver.

Intinya, balancing sinyal antara transmitter, receiver, dan mixer sangatlah penting, untuk itulah kegunaan cek sound, hehe.

Lalu untuk audio interface yang tidak memiliki PAD bagaimana?

Tenang, audio interface sekarang pada input gain secara default sudah di angka 0, tidak seperti audio interface tipe lama yang input gain sering di boost +10 dB (Steinberg CI2 series), sehingga walaupun knob dalam posisi mati masih tetap keluar suara.

Steinberg CI2+, input gain di boost +10 dB

Untuk tipe-tipe baru dari Steinberg , Focusrite, Presonus, dsb secara default akan mati jika knob diputar hingga 0, jadi tidak perlu khawatir.

*Ingin bertanya mengenai topik ini? Silakan kirimkan email ke [email protected]

×